Wednesday, July 11, 2012

Steve Jobs dan Produk Apple


Writer : Muhammad Hafian Adha (12030111130159)
Download Link : Click here

Siapa yang tidak mengenal Apple? Perusahaan komputer yang bermarkas di Cupertino ini merupakan perusahaan yang memiliki daya dan kekuatan inovasi yang besar dibandingkan perusahaan-perusahaan komputer lainnya. Bagaimana tidak, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs (1955-2011) dan Steve Wozniak ini menghasilkan produk komputer dan notebook berkualitas tinggi yang memiliki desain yang indah, mudah digunakan, dan user-friendly. Dan tidak hanya itu, Apple juga memproduksi MP3 Player, handphone, dan inovasi terbaru mereka berupa komputer tablet yang memiliki kualitas yang tidak kalah dari komputer dan notebook yang merupakan produk Apple pada awalnya. Semua produk yang dihasilkan oleh Apple memiliki kualitas tinggi baik dari segi teknologi dan dari segi desain produk.
Steve Jobs adalah figur dari teknologi informasi masa kini melalui Apple yang menghasilkan beragam teknologi yang brilian. Melalui tangan dinginnya dan sifat keras kepalanya serta passion-nya terhadap produk lahirlah Macintosh, Macbook, iPhone, iPod, dan iPad yang merupakan produk yang high-end dikelasnya. Bagaimana tidak, setiap produk yang dihasilkan oleh Apple tidak hanya memiliki desain indah pada interface dan chasing-nya saja, namun juga memiliki spesifikasi yang canggih. Setiap detail sangat diperhatikan dalam Apple, bahkan hingga ke proses pengiriman produk. Semua hal tersebut membentuk ciri khas pada produk Apple, menjadi brand yang melekat kuat pada setiap produk Apple hingga sekarang ini.
Macintosh, yang namanya diambil dari nama apel McIntosh, merupakan produk PC (Personal Computer) dari Apple. Macintosh atau biasa disingkat menjadi Mac ini, menggunakan OS X sebagai Operational System-nya (Sistem Operasi) dan tidak menggunakan OS dari perusahaan lain. Mac dapat dikatakan sebagai satu-satunya produk Apple yang telah mengalami berbagai masa dengan Steve Jobs, mulai dari ketika masa-masa awal Steve Jobs di Apple, Steve Jobs keluar dari Apple, kembalinya Steve Jobs ke Apple, hingga saat ini setelah wafatnya Steve Jobs pada tahun 2011 yang lalu. Di masa awal, Mac merupakan produk sampingan dari Apple karena pada masa itu Apple juga memproduksi Apple II yang laku keras di pasaran dan memberikan Apple profit yang besar. Namun, pada masa-masa selanjutnya Apple memfokuskan untuk memproduksi Macintosh sebagai produk utama PC mereka karena dianggap sebagai produk yang lebih canggih. Sebagai sebuah produk, tentu Mac telah mengalami perkembangan yang signifikan dari masa-masa awalnya. Awalnya, seperti komputer pada masa-nya Mac masih memiliki desain yang sederhana, namun perubahan yang signifikan sangat terasa ketika Steve Jobs kembali ke Apple. Terjadi perombakan desain yang revolusioner pada Mac yang mengalami perubahan total dimana terjadi integrasi antara CPU dengan monitor, bentuk chasing dibuat sesederhana mungkin namun memiliki desain yang elegan. Ditambah dengan OS X yang juga memiliki user-interface yang juga indah dan simple  sebagai Operational System-nya yang compatible dengan Mac, maka dapat dikatakan bagaimana hebatnya Macintosh sebagai personal computer.
Untuk pasar notebook, Apple memproduksi Macbook yang terbagi menjadi dua tipe yakni Macbook Pro dan Macbook Air. Perbedaan diantara kedua tipe ini terletak pada ukurannya, Macbook Pro berukuran lebih besar dan memiliki spesifikasi yang lebih bagus daripada Macbook Air. Namun, Macbook Air merupakan inovasi produk dari Apple yang membentuk segmen pasar baru dalam dunia komputer, yakni Ultrabook atau laptop yang memiliki spesifikasi tinggi namun berukuran tipis. Sehingga dapat dikatakan bahwa Macbook Pro dan Macbook Air berada di pasar yang berbeda, Macbook Pro berada di pasar notebook sedangkan Macbook Air berada di pasar ultrabook. Kehadiran Macbook Air sebagai produk Ultrabook yang pertama memaksa produsen komputer lainnya semisal ASUS, Acer, Toshiba, HP, dan yang lainnya untuk menciptakan sebuah produk di pasar yang baru ini. Sekali lagi, Apple masih memimpin dalam hal inovasi produk komputer dengan kehadiran Macbook Air di kelas Ultrabook. Lalu bagaimana dengan Macbook Pro? Bagi konsumen yang menginginkan notebook yang memiliki spesifikasi yang high-end, maka Macbook Pro adalah jawaban yang tepat karena spesifikasi Macbook Pro cukup tinggi dengan ukuran layar 13.3” dan 15.4” bisa menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan performa daripada mobilitas.
Steve Jobs adalah seorang pecinta musik dan ia selalu ingin mendengarkan musik setiap saat. Berawal dari keinginannya itulah, Apple memproduksi iPod yang merupakan MP3 player pertama yang dihasilkan oleh perusahaan komputer. Saat ini iPod terdiri dari berbagai varian, mulai dari iPod Shuffle, iPod Nano, iPod Classic, dan iPod Touch yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. iPod Shuffle misalnya, hanya mampu memutar musik secara random seperti namanya. iPod Nano adalah turunan dari iPod Touch yang berukuran kecil, memiliki mobilitas tinggi seperti iPod Shuffle namun memiliki kecanggihan iPod Touch. iPod Classic memiliki kapasitas paling besar dibandingkan varian iPod lainnya dan mampu memutar video. Dan terakhir adalah iPod Touch, pemutar musik yang memiliki teknologi paling canggih dibandingkan dengan iPod yang lain. Selain bisa memutar musik, iPod Touch mampu untuk memutar video, membaca e-book, bermain games, dan bahkan untuk surfing di internet. Produk iPod merajai pasar MP3 Player karena selain memiliki beragam fitur, iPod juga menghasilkan suara yang jernih dan bagus. Disamping itu ditambah branding dari Apple sendiri, menambah nilai iPod di pasar MP3 Player.
Pada tahun 2002 , industri musik terjadi penurunan sebesar 8,2%. Perusahaan-perusahaan rekaman dan asosiasi dagang mereka, Recording Industry Association America (RIIA) menyalahkan penurunan tersebut kepada maraknya pembajakan yang dimungkinkan oleh situs Napster dan sejenisnya. RIIA mengadukan ke pengadilan dan meminta Napster ditutup, namun layanan berbagi file lainnya seperti KaZaA, yang beroperasi dengan model distribusi bukan dengan server sentral, terbukti lebih sulit untuk dihilangkan. Tindakan hukum RIAA melawan pelawan hukum baik individu maupun organisasi juga terbukti memberikan bencana hubungan publik yang melunturkan rasa keterikatan dengan para penggemar, yakni konsumen mereka. Sementara itu, tokoh penting industri musik mencoba untuk menciptakan sistem distribusi musik online mereka sendiri. Ditambah dengan dikenakannya biaya bulanan yang berarti konsumen tidak benar-benar memiliki musik yang mereka akses. Semua hal tersebut membuat konsumen kecewa karena tidak mampu mendengarkan lagu-lagu dari idola mereka. Lalu muncul Steve Jobs, ia mengatakan bahwa isu pembajakan pada dasarnya adalah bersifat perilaku, bukan teknologi, sebagaimana yang diyakini oleh industri musik. Bukan teknologi yang harus disalahkan, namun bagaimana orang yang menggunakannya. Steve Jobs menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi masalah pembajakan, yakni dengan menjual seluruh musik di Music Store iTune dari Apple. Tawaran tersebut diterima oleh industri musik dan hingga sekarang pihak dari industri musik terus memperbarui kontrak dengan Apple terkait Music Store iTune.
Diawali dari ketidaksukaannya pada handphone yang ada dikarenakan terlalu berat, tebal, dan sulit digunakan. Steve Jobs meminta para engineernya untuk membuat sebuah handphone yang hanya memiliki satu tombol saja walaupun engineernya mengatakan sulit dan mustahil, namun Steve Jobs bersikeras kepada engineernya bahwa ia hanya ingin memiliki handphone yang hanya memiliki satu tombol saja. Permintaan Steve Jobs tersebut merupakan secret project dari iPhone, sebuah smartphone touchscreen yang memiliki teknologi dan fungsi yang mutakhir. Sebagai sebuah smartphone, tentu saja iPhone dibanderol dengan harga selangit yang sesuai dengan fungsi yang dimilikinya. Seperti produk Apple yang lainnya, iPhone memiliki desain interface yang indah dan mudah dalam penggunaannya. Antara hardware dan software-nya saling kompatibel satu sama lainnya, dan dilengkapi dengan teknologi pemutar musik yang sama seperti iPod Touch, kemampuan iPhone tidak diragukan lagi sebagai sebuah smartphone.
Inovasi terakhir dari Apple adalah komputer tablet yang diberi nama iPad, dan merupakan komputer tablet pertama yan sukses di pasar. Jika diperhatikan, iPad dapat terlihat seperti iPhone yang berukuran besar dengan penambahan spesifikasi tentunya. Kehadiran iPad sekali lagi memaksa perusahaan komputer lainnya untuk tidak tertinggal di pasar komputer tablet. Kehadiran iPad juga memaksa Google untuk mengeluarkan OS yang bernama Android untuk menyaingi iOS dari Apple yang digunakan di iPad. Maka akan tampak persaingan ganda (multiple competition) yakni Apple dengan iOS-nya dan Google dengan Android-nya dalam masalah operation system serta Apple dengan iPad-nya dan perusahaan komputer lainnya dalam masalah hardware atau perangkat keras.
Lalu apa yang menyebabkan Apple memiliki daya inovasi yang besar? Kesuksesan Apple dalam menggerakkan daya inovasi tidak lepas dari sosok mendiang Steve Jobs. Melalui kepemimpinannya, Steve Jobs berhasil menularkan kepada engineer-engineer Apple, passion yang kuat  untuk menghasilkan produk yang sempurna dan untuk menghasilkan sebuah produk yang sempurna dibutuhkan budaya inovasi yang mengakar kuat untuk mendorong kondusi perusahaan agar kondusif  dalam menghasilkan sebuah produk yang sempurna. Ditambah dengan iLeadership-nya, Steve Jobs mampu menanamkan budaya inovasi yang kuat dan mengubah sebuah usaha kecil-kecilan yang didirikan di garasi rumahnya bersama Steve Wozniak menjadi perusahaan besar dan berlanjut setelah kematiannya pada Oktober 2011 dan sekarang Tim Cook menggantikan posisinya sebagai CEO, Apple telah mencapai sebagai sebuah perusahaan yang bernilai sebesar $ 644 milyar dolar Amerika pada hari Selasa, 10 April 2012 yang lalu.
Jika kita mengacu kepada tujuh aturan inovasi, yakni menggunakan kepemimpinan yang kuat pada arah dan keputusan inovasi, mengintegrasikan inovasi ke dalam mentalitas bisnis, menyelaraskan inovasi dengan strategi perusahaan, mengelola tegangan alami antara kreativitas dan penyerapan nilai, menetralkan antibodi dalam organisasi anda, mengembangkan jaringan inovasi melampaui organisasi, dan menciptakan ukuran dan penghargaan yang tepat untuk inovasi. Steve Jobs berhasil melaksanakan ketujuh aturan inovasi tersebut, walau mengalami berbagai tantangan dan musibah yang menimpanya hingga ia terpaksa keluar dari perusahaan yang didirikannya itu dan akhirnya dapat masuk kembali ke Apple setelah Apple membeli Next, sebuah usaha baru yang didirikan oleh Steve Jobs setelah dikeluarkan dari Apple.

Daftar Pustaka

Apple Inc. (2012, April 24). Apple Reports Second Quarter Results. Retrieved Juli 10, 2012, from Apple: http://www.apple.com/pr/library/2012/04/24Apple-Reports-Second-Quarter-Results.html
BBC. (2012, April 10). Apple's market value hits $600bn. Retrieved Juli 10, 2012, from BBC News: http://www.bbc.co.uk/news/business-17669078
CNN. (2012, April 10). Apple's value soars to $600 billion. Retrieved Juli 10, 2012, from CNN: http://money.cnn.com/2012/04/10/technology/apple_market_cap/index.htm
Davila, T., Epstein, M. J., & Shelton, R. (2006). Profit-Making Innovation. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Elliot, J., & Simon, W. L. (2011). Steve Jobs, Stay Hungry Stay Foolish. Jakarta: Ufuk Press.

No comments:

Post a Comment