Tuesday, May 29, 2012

Mengapa Kamu Tidak Mau Pake Kerudung Wahai Saudariku?


1. saya nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | "lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung"
2. tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | "yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan"
3. yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | "trus ngapain salonan tiap minggu? make-up.an? itu kan fisik?"
4. kerudungan belum tentu baik | "betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang...(isi sendiri)"
5. saya kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | "so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali"
6. artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik! | "yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat"
7. kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan? | "kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2"
8. kerudungan itu buat aku nggak bebas! | "oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?"
9. aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | "nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah"
10. kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!? | "banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok"
11. kalo calon suamiku gak suka gimana? | "berarti dia tak layak, bila di depanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin di belakangmu dia jujur?"
12. susah cari kerja kalo pake kerudung! | "lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?"
13. ngapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | "sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh"
14. aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | "ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab"
15. kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | "perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2"
16. aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | "sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu"
17. kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean | "jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja"
18. apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | "katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen..."
19. kerudung dan jilbab kan nggak gaul?! | "lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?"
20. aku belum pengalaman pake jilbab! | "pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul"
21. aku belum siap pake kerudung | "kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear"
22. mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | "bilang ke mama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya"
23. aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | "bukankah itu perubahan baik?"
24. itu kan nggak wajib dalam Islam!? | "kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?"
25. kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | "yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh"

Thursday, May 24, 2012

New York - Trader elektronik, Knight Capital Group menuntut Nasdaq ganti rugi karena karena kehilangan US$ 30-35 juta pasca pembelian saham perdana Facebook. Knight juga meminta kompensasi dari Nasdaq sejumlah kerugian yang mereka alami.

Menurut Knight, kerugian yang akan tercatat di laporan keuangan triwulan kedua ini disebabkan oleh berbagai masalah terkait IPO Facebook. Masalah teknis menyebabkan debut Facebook melantai di bursa Jumat lalu terlambat 30 menit dan banyak order klien ikut tertunda.

Akibatnya, beberapa investor dan trader merugi besar begitu harga saham Facebook anjlok setelah sempat naik sebentar. Pengumuman Knight ini mungkin jadi pertanda akan ada investor dan trader lain yang menuntut ganti rugi atas masalah pembelian saham perdana Facebook.

Dalam pengajuan ke regulator Rabu kemarin, Knight menyatakan sedang mempertimbangkan semua upaya hukum yang tersedia.

Sementara regulasi membatasi pertanggungjawaban Nasdaq atas kerugian klien hingga US$ 3 juta dalam sebulan akibat masalah trading, firma-firma akan mencari bukti bahwa aksi pertukaran sepanjang pembukaan IPO sudah keluar batas, kata seorang sumber yang paham situasi Knight yang dikutip dari moneycontrol.com (24/5/2012).

Nasdaq sudah bertanya ke Otoritas Regulator Industri Keuangan untuk meninjau permintaan dari para investor yang pesanannya tidak terpenuhi di harga pembukaan US$ 42 atau kurang dari itu. Nasdaq juga menghadapi investigasi Securities and Exchange Commission tentang isu di balik IPO yang gagal tersebut.

Nasdaq mengatakan pihaknya berencana menyisihkan US$ 13 juta untuk menuntaskan perdagangan buruk, tapi jumlah itu tidak sebanding dengan yang diminta oleh Knight. Saham Nasdaq anjlok 2,3% menjadi US$ 21,81 dalam perdagangan pagi ini.

Sementara saham Knight Capital di New York Stock Exchange juga anjlok 1.3% ke US$ 12,28 setelah ditutup pada US$ 12,44 kemarin.

Kerugian Knight disebabkan oleh kombinasi akomodasi klien dan kerugian trading firmanya sendiri selama dua jam setelah saham Facebook mulai diperdagangkan oleh Nasdaq yang tidak bisa mengirim eksekusi atau pembatalan pesanan ke klien.

Knight merupakan market maker terdepan di ekuitas Amerika Serikat. Dengan peran seperti itu, Knight harus memberi kliennya kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan ketika pesanan yang aslinya ditempatkan pada US$ 42 per saham sebagai contoh, tidak bisa dipenuhi hingga harga sudah jatuh di bawah level tersebut.

Perlukah Open Source Masuk Kurikulum?



Depok - Sebagai salah satu lembaga pendidikan, kampus dan sekolah bisa menjadi awal pengenalan melek open source. Namun kenyataannya, lembaga pendidikan sudah bergantung pada software propietary. Lantas, apakah perlu open source masuk dalam kurikulum?

"Paling tidak ada kampus agreement. Misalnya, ya sudah diwajibkan saja. Dan bagi mereka yang belajar itu kita sediakan laboratorium pelatihannya," saran penggiat open source I Made Wiryana.

Hal ini dikatakan Made sudah berjalan cukup lama. Dia memang tidak punya data, berapa banyak kampus yang mewajibkan open source. Namun pria berkacamata ini memberikan gambaran, setidaknya Kementerian Riset dan Teknologi punya semacam organisasi open source beranggotakan 54 kampus di seluruh Indonesia.

"Minimal itulah, jadi mereka ini yang mengembangkan open source dan mengajak mahasiswa aktif menggunakannya," ujarnya.

Dia membagi pengalamannya, di kampus tempat dia mengajar, aturan ini diterapkan. Made mewajibkan mahasiswanya menggunakan software legal dan jika tak sanggup beli aplikasi propietary, harus menggunakan open source.

"Saya tak segan memberikan nilai nol bagi mahasiswa yang menyerahkan tugas pakai aplikasi bajakan. Karya penulisan, membuat tools, kita mewajibkan pakai open source," terangnya.

Karena menurut Made, ujung tombak pengadopsian itu ada di lembaga pendidikan. Jika lembaga pendidikan tidak mengimpelementasikan etika, dalam hal ini aspek legal, maka orang pun tidak akan peduli.

Diakui Made, sejumlah vendor memang mendekati timnya, agar software propietary mereka dimasukkan dalam pembelajaran. Namun dia harus menolak karena sebagai pengajar, itu akan mendorong mahasiswanya melakukan tindakan ilegal.

"Kenapa? Karena saya tahu mereka tidak bisa beli. Saya yakin tidak ada mahasiswa yang membeli lisensi, paling murah USD 500 itu mahal bagi mereka. Oke lah mampu, tapi mahasiswa tidak rela menghabiskan uang untuk itu," ujarnya.

Lagipula dikatakannya, aplikasi open source punya manfaat lain, terutama bagi mereka yang berlatar belakang IT. Menggunakan open source, membuat mahasiswa lebih pintar karena memungkinkan mereka belajar lebih dalam dan mengulik sebuah aplikasi.



( rns / ash )

iseng

Kuliah itu penting...........mengapa? Karena kuliah itu membantu untuk mencari pekerjaan. Hanya itukah?

Kalau pandangan kita tentang kuliah hanya sebatas itu, kita masih belum tahu apa esensi mengikuti kuliah atau menjadi seorang mahasiswa. Dalam mengikuti perkuliahan secara tidak langsung kita diajar untuk membangun hidup atau mindset tentang hidup. Bukan bagaimana cara kita untuk tetap bertahan hidup, melainkan bagaimana kita menghadapi berbagai situasi yang ditawarkan atau dipaksakan oleh kehidupan. Kita juga diajar bagaimana cara bersosialisasi bahkan pelajaran yang kita terima di bangku kuliah juga bisa membentuk kepribadian kita serta hidup jasmani dan rohani.

Perkuliahan tidak lepas dari tugas-tugas (hehehehhe) bukan hanya 'tak lepas dari' tetapi malah jadi 'algojo' yang selalu mengikat dan menyiksa. (.....hehhehehhe......) segitunya. Tetapi, tanpa kita sadari, sikap kita dalam mengerjakan tugas-tugas adalah sikap kita menghadapi kewajiban kita dalam kehidupan, entah nantinya kita berstatus sebagai pekerja atau yang mempekerjakan.